Special Moment di Penghujung Tahun 2011

Jam 2 siang seperti hari sabtu biasanya, saya sudah stanby di Rumah baca Asma Nadia Tegal, bercengkrama dengan anak- anak yang berkunjung ke rumah baca yang terletak di belakang Rumah Dinas Bupati Tegal ini. Mungkin karena cuaca mendung, RBA yang biasanya ruah anak- anak, kini hanya sekitar 12 anak yang datang. Dengan spesipikasi umur 5 sd 13 thn. Baru beberapa menit saya duduk, air jatuh dari langit. Pengalaman yang sudah- sudah, kalau hujan turun sementara tidak ada kegiatan lain selain memilih dan meminjam buku, anak- anak yang aktif akan teriak- teriak, lari- lari dan sebagainya. Mengantisipasi itu, saya atas permintaan seorang anak membuat game dari gambar sederhana yang bisa melibatkan banyak anak. Itupun saya agak kesusahan memberi soal karena jenjang usia,dan kelas amat beragam. Ada Sultan, Sakinah yang masih kelas 2 sd, ada juga Revina yang sudah kelas 1 smp. Sementara Via dan Oval yang masih 5 thn mengacak- acak puzle dan dakon. Untungnya beberapa waktu kemudian, ketua RBA Tegal datang. Sehingga, anak- anak yang tidak ikut game menghambur ke Eka.

Jam setengah 4 sore, hujan agak mereda. Kalau biasanya anak- anak bertahan hingga menjelang RBA ditutup, seolah tahu kalau setengah jam ke depan ruangan RBA akan ada pertemuan rutin Flp Tegal  dengan mas Ali Muakhir yang kebetulan sedang ada di tanah kelahirannya, kota Poci.

Langit masih hitam, pekat. Hujan yang baru saja mereda, menderas kembali. Tiba- tiba sms dari mas Ali Muakhir masuk. Isinya ” mas, jadi acaranya? ” saya berpikir sebentar, bingung bagaimana harus membalas sms tsb. Sepengetahuan saya, yang konfirmasi kehadiran banyak, tetapi karena cuaca gelap, 15 menit menjelang acara baru ada saya dan Eka. Akhirnya saya jawab sms beliau ” Insyaallah jadi, mudah- mudahan jam 4 hujan reda.” saya sedikit lega setelah menjawab demikian, begitu menurut Yustia, ada temen- temen dari Flp Pemalang yang akan datang dan sudah berada di Banjaran, Adiwerna.

Tepat jam setengah 5, teman- teman Flp Tegal datang, disusul kehadiran mas Ali Muakhir yang dikuntiti anak- anaknya, minus Nada. Tanpa banyak kata, acara curhat kepenulisan dengan Mas Ali pun dimulai. Banyak ilmu yang saya dapat di sore menjelang pergantian tahun. Diantaranya sebagai berikut

Endorsmen artinya, kalimat singkat yang mengomentari isi, manfaat dan apreasi buku.

Endorsmen sebenarnya, di cari ketika naskah sudah jadi dan siap terbit.

Cara pengiriman buku anak ke penerbit, yang berupa kumpulan cerpen adalah: 12 judul, maksimal 6 halaman dengan 1,5 spasi dan kertas hvs.

Seyognya, sebelum menulis buku lebih dahulu mencoba menaklukan rimba media masa karena akan melatih calon penulis menjadi, sabar, produktif dan bisa membuat deadline sendiri.

Trik menerbitkan buku, tema jelas, punya nama ( efek sering terbit di media mungkin ), bikin serial. dan prosedur pengiriman naskah, untuk soft copy gunakan PDF. Naskah dibuat secantik mungkin kalau dikirim secara manual.

Menjelang Adzan maghrib, acara ditutup. Terimakasih buat mas Ali Muakhir yang bersedia datang dan berbagi ilmu, teman- teman Flp dan RBA Tegal. Mengutip kata GK Chestern, ” obyek peringatan tahun baru, bukanlah soal kita akan memasuki tahun baru, tetapi bagaimana kiti memiliki semangat baru. SEMOGA. (Sutono Suto)

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Press Rilis Kegiatan FLP Tegal

Pelatihan Cerpen dan Kartun with FLP Tegal

Dalam rangka mengisi libur Ramadhan maka  Yayasan Lentera Hati bekerja sama dengan beberapa LSM lain termasuk FLP Tegal mengadakan Pesantren Kilat.

FLP Tegal mendapat giliran mengisi acara pada :

Hari/Tanggal : Kamis, 25 Agustus 2011

Waktu                : 09.00 – selesai

Tempat             : Masjid Agung Slawi

Peserta              : Pelajar dan Umum

Yang akan mengisi sessi Menulis Cerpen adalah Ali Irfan (Ketua FLP), dan materi Menggambar Kartun oleh Septi Ade (salah satu Ilustrator buku Antologi “Akulah Pencuri Itu”)

Bagi anggota FLP dan teman-teman pecinta literasi diperbolehkan hadir.^_^

(Yustia)

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Info Kegiatan FLP Tegal

LEZATNYA “BAKAR SATE #2” FLP TEGAL

Tegal – Forum Lingkar Pena Tegal kembali mengadakan BAKAR SATE #2, Minggu (14/8). Bakar Sate yang dimaksud di sini adalah Bahas Karya Sambil Telaah. Acara yang dihadiri oleh 18 orang  ini berlangsung di rumah Ketua FLP Tegal.

“BAKAR SATE” merupakan salah satu program FLP Tegal untuk membuat anggota terlecut membuat sebuah tulisan yang berkualitas. Materi mengenai unsur-unsur instrinsik dan ekstrinsik dalam sebuah tulisan akan mereka dapatkan secara tidak langsung melalui karya yang dibedah.

Teknisnya adalah pengurus FLP Tegal menginstruksikan para anggota untuk membuat tulisan dari bulan Mei hingga akhir Juli. Tema yang diusung mengenai “Kedasyatan Doa”. Ide tulisan merupakan  kisah nyata si Penulis ataupun orang lain.

Berikut laporan hasil BAKAR SATE yang seru dan benar-benar membuat panas para penulis yang dibedah karyanya. Penulis membagikan fotocopy tulisan mereka kepada pengurus dan anggota yang lain, kemudian penulis mempresentasikan secara singkat mengenai isi cerita dan alasan mengangkat tulisan tersebut. Setelah forum membaca tulisan kemudian satu persatu pengurus dan anggota mulai membedah. Rata-rata kritikan mereka pedas dan kadang membuat penulis mati kutu. Bukan bermaksud menyakiti namun hal ini dimaksudkan agar penulis benar-benar tahu kelebihan dan kekurangan tulisannya. Ada yang mengkritik  tentang penulisan tanda baca dan kata sambung yang tidak sesuai dengan EYD  (Ejaan Yang Disempurnakan). Ada juga yang membahas mengenai  deskripsi yang kurang akurat dan pemilihan kata (diksi) yang kurang tepat. Sedangkan yang lain ada yang mengomentari tentang pemilihan tema cerita yang kurang tepat, kemudian mengusulkan tema yang lain untuk diangkat, ada juga yang mengkritik judul yang biasa-biasa saja. Sedangkan yang lain mengusulkan sebuah judul yang tepat. Total ada 8 naskah yang dibedah dari 10.00 – 15.00 WIB. Antara lain : “Manusia, Rasa Kehilangan dan Harapan” karya Adelard Illhamsyah, “Aku Datang Penuhi Panggilan-Mu” karya Putri Adila, “Allah Tak mengabulkan Doaku” karya N-Dhyra, “Aku Terkejut dan Tak Percaya” karya Khaerul Anam, “Titik Balik” karya Rafihan Anwar, “Bismillah, “Aku Ikut Istikharahku” karya Jaki Umam, “Jejak Kaki Bocah Kecil” karya Irfan Fauzi dan “Perjalanan Panjang Ibuku” karya Rahayu Sekarningrum.

Acara bertambah khitmad karena ada taushiyah dari Ustadz Ghusni Darodjatun, MP.d di tengah-tengah acara yang mengupas  Kedasyatan Doa. Ada harapan yang besar pada doa. Hanya orang-orang yang penuh harapanlah yang memanjatkan doa. Jika mereka sudah tidak punya harapan maka bisa jadi tali tambanglah yang akan mereka pilih untuk mengakhiri hidup. Maka berdoalah sesungguhnya Allah sangatlah dekat. Adapun syarat-syarat diterimanya doa adalah berhusnudzon atau berprasangka baik pada Allah, dilakukan berulang-ulang, dilakukan dengan kerendahan hati, di tempat dan waktu yang mustajab.

Setiap orang pasti mempunyai pengalaman spiritual saat berdoa dan memperoleh mukjizat atau jawaban yang tak terduga atas kegigihan berdoa dan tentunya diiringi dengan kesungguhan dalam berikhtiar. Kami ingin melatih anggota untuk menulis kisah nyata entah yang dialami sendiri atau kisah dari orang lain. Sekaligus membagikan kepada pembaca secara luas karena Insyaallah tulisan-tulisan yang lolos seleksi dan layak akan dibukukan”, ujar Ali Irfan, Ketua FLP Tegal saat ditanya mengenai alasan mengambil tema tersebut.(Yustia)

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Press Rilis Kegiatan FLP Tegal, Rilis BAKAR SATE

BAKAR SATE #2 “KEDASYATAN DOA”

Pengumuman

Bahas Karya Sambil Telaah berikutnya siap dilaksanakan…!

Para anggota FLP Tegal dimohon mempersiapkan diri, mental dan pikirannya di acara tersebut. Jangan lupa untuk membawa tiga rangkap hardcopy karya yang sudah dikirimkan ke email flptegal@yahoo.co.id. Kurang lebih ada 13 naskah yang masuk. Terima kasih sudah turut berpartisipasi..^_^

Check It Out…

Hari/Tanggal : Ahad, 14 Agustus 2011

Waktu               : Pukul 10.00 – 15.00 WIB

Tempat             : Jln. Kendari Gang 2 No.45, RT.4 / RW.III, Kel Tunon, Kec. Tegal Selatan, kota Tegal

BAKAR SATE kali ini begitu spesial. Pertama, karena jatuh pada bulan Ramadhan,bulan yang penuh berkah. Kedua, akan ada Taushiyah dari Pembina FLP Tegal yakni Bapak Ghusni Darodjatun, MPd. Diharapkan ruhiyah kita semakin meningkat, kedekatan kepada Allah SWT semakin memuncak imbasnya adalah hasil tulisan kita yang penuh makna dan MENCERAHKAN.

BAKAR SATE berlangsung dengan damai dan penuh ketawadhu’an walaupun panas saat karyanya dibedah, he he :-D Tapi setelah itu, karyanya benar-benar matang dan siap untuk disajikan kepada khalayak luas (layak dibukukan).

Oya, untuk FLPers yang tidak mengirimkan / belum mengirimkan karya karena belum dapat ide atau bingung bagaimana menuliskannya, don’t worry be happy he he,kami PERSILAKAN HADIR. Yuk, kita simak bersama BAKAR SATE #2 ini sebagai bahan pembelajaran kita semua. ^_^

Oke.. kami tunggu kabar dari FLPers semua. Plis..beri konfirmasi kehadiran ke no. ini ya 085724162114.

Berikut denah lokasi :

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Info BAKAR SATE, Info Kegiatan FLP Tegal

Reportase BAKAR SATE #1

This slideshow requires JavaScript.

Tegal – FLP Tegal kembali mengadakan kegiatan yakni BAKAR SATE (Bahas Karya Sambil Telaah), Minggu(24/07). Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap kali ada tugas menulis yang diberikan oleh pengurus. Tulisan yang dikirimkan oleh anggota pada tahun 2011 kali ini bertema “Kedasyatan Doa”. Ada tujuh naskah yang masuk, namun baru tiga nakah yang dibahas dan telaah.  “Setiap orang pasti mempunyai pengalaman spiritual saat berdoa dan memperoleh mukjizat atau jawaban yang tak terduga atas kegigihan berdoa dan tentunya diiringi dengan kesungguhan dalam berikhtiar. Kami ingin melatih anggota untuk menulis kisah nyata entah yang dialami sendiri atau kisah dari orang lain. Sekaligus membagikan kepada pembaca secara luas karena Insyaallah tulisan-tulisan yang lolos seleksi dan layak akan dibukukan”, ujar Ali Irfan, Ketua FLP Tegal saat ditanya mengenai alasan mengambil tema tersebut.

Berikut laporan hasil BAKAR SATE yang seru dan benar-benar membuat panas para penulis yang dibedah karyanya. Penulis membagikan fotocopy tulisan mereka kepada pengurus dan anggota yang lain, kemudian penulis mempresentasikan secara singkat mengenai isi cerita dan alasan mengangkat tulisan tersebut. Setelah forum membaca tulisan kemudian satu persatu pengurus dan anggota mulai membedah. Rata-rata kritikan mereka pedas dan kadang membuat penulis mati kutu. Bukan bermaksud menyakiti namun hal ini dimaksudkan agar penulis benar-benar tahu kelebihan dan kekurangan tulisannya. Ada yang mengkritik  tentang penulisan tanda baca dan kata sambung yang tidak sesuai dengan EYD  (Ejaan Yang Disempurnakan). Ada juga yang membahas mengenai  deskripsi yang kurang akurat dan pemilihan kata (diksi) yang kurang tepat. Sedangkan yang lain ada yang mengomentari tentang pemilihan tema cerita yang kurang tepat, kemudian mengusulkan tema yang lain untuk diangkat.

Tulisan yang pertama dibedah berjudul Sekuntum Do’a di Taman Tahajud karya Irfan Fauzi. Tulisan ini berisi tentang seorang pemuda yang dipilih teman ayahnya untuk dijadikan menantu, padahal dia mempunyai kakak laki-laki yang belum menikah. Ada konflik batin antara perasaan bahagia karena dia memang cinta dengan putri bapak itu dan perasaan tidak enak dengan sang Kakak. Menurut Sutono, salah satu pengurus FLP tulisan Fauzi,”Membaca tulisan Irfan Fauzi seperti membaca cerpen, karena memakai bahasa kiasan. Untuk kedasyatan do’anya kurang dikupas dalam tulisan ini. Usaha tokoh kurang ditimbulkan. Endingnya terkesan menggantung. Ending seperti ini cocoknya untuk ending cerpen.”

Kemudian Ali Irfan menambahkan,”Kesalahan EYD merupakan hal kecil yang tidak bisa ditolerir. Isi tulisan yang bagus akan menjadi terlihat kacangan saat penulis kurang memperhatikan penggunaan EYD yang tepat. Media cetak dan penerbit pun sangat memperhatikan EYD. Kemudian mengenai bahasa non fiksi adalah bahasa keseharian yang ringan dan sederhana, bahasa keseharian.”

Sedangkan menurut anggota baru yang sedang berikhtiar menerbitkan Novel Pentalogi, Jaki Umam, “Kisahnya mirip seperti kisah hidup saya. Ada kata-kata yang terlalu hiperbola untuk ukuran kisah nyata. Kalimat langsung sebaiknya dibuat paragraph sendiri atau masuk alinea baru. Pelajaran moralnya kurang dipertegas.

Tulisan kedua yang dibedah berjudul Aris Do’a Sang Perantau karya Aris Winarni. Penulis mempresentasikan bahwa dalam kehidupan ini semuanya adalah proses. Agar terkabulnya doa harus melewati beberapa fase. Awin (tokoh utama) lulus SMA hijrah dan dapat  hidayah. Saat hidayah itu datang tugas utamanya adalah istiqomah di jalanNya. Merantau ke Pelosok yakni Riau. Mendapat hidayah di Batam, niat yang kuat, serta kesungguhan dalam berikhtiar maka akan menghasilkan keistiqomahan.

Berikut komentar dari Dwi Puspa, pengurus FLP Tegal,”Saya tidak membaca sampai habis kerana panjang sekali. Karena ini kisah nyata maka pakai kata Aku saja, atau kata ganti orang pertama. Setelah mendengar sedikit presentasi dari Mba Aris menurut saya ceritanya memang benar kisah merantau, cuma karena terlalu panjangnya akhirnya menjadi tidak fokus. Mungkin bisa diambil satu saja, misalnya saat di bekerja di Batam atau saat kuliah saja. Alur lebih ditajamkan agar tidak seperti novel.

Sedangkan komentar Ade, anggota FLP Tegal, “Saya banyak menemukan kalimat-kalimat baku dalam menuliskan narasinya, namun setelah membaca halaman setelahnya saya lebih banyak menemukan kata-kata yang seharusnya menjadi dialog cerita dalam sebuah narasi, alias banyak kata-kata yang tidak baku.”

Jaki Umam berkomentar,”Saya mengomentari dari segi kontranegatifnya. Sebenarnya naskah ini berpotensi menjadi Dwilogi, karakter dapat, setting kena, namun alur mesti dikembangkan.  Sudut pandang orang pertama pakai kata Aku. Sebaiknya tidak menggunakan kata-kata yang menggurui karena sudah menjadi naluri manusia tidak mau digurui.

Tulisan ketiga karya Rahayu Sekarningrum berjudul Perjalanan Panjang Ibuku. Tulisan ini menceritakan tentang perjalanan hidup ibu si Penulis. Berawal dari kehidupan mereka di Aceh. Kemudian terpaksa pindah ke Jawa karena ada huru-hara GAM dengan TNI. Setelah sampai di Pacitan, tanah kelahiran kedua orang tua Penulis, mereka hidup kekurangan. Klimaksnya saat gaji ayah selama dua bulan belum dibayar, sang Ibu memohon dan menangis saat tahajud karena kebutuhan makan anak mendesak, ditambah adik Penulis sedang sakit. Keesokan harinya langsung mendapat uang.

Komentar Ali Irfan, “Ceritanya keren,tapi sayang prolognya kurang pas.” Dwi Puspa menambahkan,”Ceritanya bagus. Mengingatkan saya saat di Papua dulu. Ketakutan saat ada OPM, waktu pertama kali pindah. Prolognya tidak pas dengan ceritanya.  Kurang ada dialognya.

Acara ditutup dengan hamdalah dan rencana BAKAR SATE yang berikutnya.

By : Yustia

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Press Rilis Kegiatan FLP Tegal, Rilis BAKAR SATE

BAKAR SATE #1 “KEDASYATAN DO’A”

BAHAS KARYA SAMBIL TELAAH #1 siap dimulai…..

Setelah pengumumam via sms agar seluruh anggota FLP Tegal membuat Kisah Nyata dengan tema “Kedasyatan Do’a”.

Dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Kisah nyata yang dialami oleh diri sendiri atau orang lain.
  2. Terdiri dari 5-8 halaman folio
  3. spasi 1,5 ; margin 4,4,3,3 ; TNR 12pt
  4. dikirim paling lambar 31 Juli 2011 ke flptegal@yahoo.co.id atau flptegal@yahoo.groups.com

Nah, berikutnya walaupun belum memasuki deadline, pengurus memutuskan untuk segera melaksanakan BAKAR SATE terlebih dahulu, sebagai sarana pembelajaran dan sumber ide bagi anggota yang belum mendapatkan ide apa yang akan ditulis.

BAKAR SATE kali ini Insyaallah akan diadakan pada :

Hari/tanggal : Ahad, 24 Juli 2011

Waktu               : 09.00 – 12.00 WIB

Tempat            : Jln. Kendari Gang 2 No.45, RT.4 / RW.III, Kel Tunon, Kec. Tegal Selatan, kota Tegal

Berikut denah lokasi :

Penjelasan denah :

Dari arah Slawi : Dari gerbang masuk kota Tegal, lurus terus. kurang lebih seratus meter. Nanti sebelah kiri jalan, ada makam,Jl. Nyi Ageng Serang,lurus terus lewat pasar (ada perempatan), lurus lagi, akan ada perempatan. Di sebelahnya ada kelurahan Tunon. Belok kanan. Kurang lebih 50 meter, ada gang masuk pertama. (patokan warnet) masuk, itu Jl. Kendari. cari gang nomor dua sebelah kanan jalan. Rumahnya rumah pertama dekat kebun pisang.

by: Yustia

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Info BAKAR SATE, Info Kegiatan FLP Tegal

Rilis TALK SHOW “TEGAL CERDAS, TEGAL MENULIS”

This slideshow requires JavaScript.

By: Puput Happy

Minggu pagi, tanggal 8 Mei 2011 di Gedung Kesenian Kota Tegal, di Jl. Setia Budi- Tegal telah diselenggarakan Talk Show Kepenulisan dengan tema “Tegal Cerdas, Tegal Menulis” oleh Forum Lingkar Pena Tegal. Satu acara yang benar-benar memukau menurut saya, karena acara tersebut sangat menggugah gairah orang-orang Tegal untuk giat menulis. Mencerahkan Tegal dengan menulis! Begitu kira-kira tujuan digelarnya acara tersebut. Apalagi di awal acara sempat dibuat yel-yel oleh salah satu anggota FLP dengan slogan: “Penulis Tegal, kereeennn….!!” ^_^

Ada tiga pembicara yang dihadirkan di sana, yaitu Afifah Afra, S. Si (Penulis Novel “De Winst”, Ketua FLP Jateng), Wijanarto (Budayawan Tegal), dan Tedi Kartino, S. P (Succes Potensi Navigator), sementara ada sekitar 200 peserta yang ikut meramaikan acara tersebut. Suasana talk show begitu hidup dan penuh dengan energi positif. Itu semua karena para pembicara yang begitu piawai membawakan acara dan didukung oleh panitia penyelenggara yang tertata rapi.

Generasi kita saat ini menurut Taufik Ismail: “Buta membaca, lumpuh menulis”, artinya generasi kita tidak bisa menulis karena enggan untuk membaca. Padahal menulis dan membaca ibarat saudara kembar, begitu kata Afifah Afra.

Ada banyak alasan mengapa seseorang menulis. Namun, kata Afifah, carilah alasan-alasan yang membuat Anda ingin menjadi penulis. Alasan-alasan tersebut harus kuat dan mendasar. Jika suatu saat Anda tengah badmood, mengalami stagnasi, depresi, atau perasaan-perasaan sejenis, Anda boleh pandangi kalimat-kalimat tersebut dan bayangkan betapa berbahagianya jika Anda bisa mewujudkan apa-apa yang Anda inginkan tersebut!

Menulis itu proses mengikat ilmu. Menulis itu bisa membuat kita lebih sistematis. Akan banyak manfaat dari tulisan-tulisan yang kita buat, bahkan cara mengenali emosi kita adalah lewat tulisan-tulisan kita. Menulis juga bisa bikin kita awet muda, karena menulis dapat mengurangi kerutan-kerutan pada kulit.

“FLP! FLP! FLP! Menulis! Menulis! Menulis! Bisa!!”

Kalimat pembuka yang diteriakkan oleh Bapak Wijanarto tersebut sangat menggelegar hingga seisi ruangan gemuruh ikut meneriakkannya. Beliau mensupport peserta untuk tidak malu-malu menulis tentang Tegal sebagai daerahnya sendiri, seperti Lanang Setiawan yang selalu membuat tulisan tentang Tegal. Kata Beliau, menulis itu seperti mesin fotocopy yang mengaktualisasikan pengalamannya melalui tulisan. Seorang penulis itu hidup karena pengalamannya dan dari hasil dia membaca. Beliau memotivasi kita dengan menjadikan Tegal sebagai sumber inspirasi. Aktualisasikan dengan menulis!  Sebab seorang penulis punya ikatan dengan fisiknya, dengan lingkungannya, dan dengan budayanya. Menulis itu tidak hanya berimajinasi, tapi tahu data konkrit.

Di akhir acara, Bapak Tedi Kartino membakar semangat menulis kepada seluruh peserta dengan ajakan “Jadi penulis sekarang juga!” Yuk, pembaca! Budayakan menulis sekarang juga! ^_^

***

http://futicha.blogspot.com/2011/05/talk-show-tegal-cerdas-tegal-menulis.html

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Rilis Talk Show

Pemindahan Lokasi Talk Show “Tegal Cerdas,Tegal Menulis”

Berhubung Gubernur Jawa Tengah melakukan kunjungan ke Kota Tega maka Pendopo “Ki Gede Sebayu” pun dipakai. Oleh karena itu Panitia Talk Show “Tegal Cerdas, Tegal Menulis” harus mencari lokasi lain. Setelah  didiskusikan dengan teman-teman panitia akhirnya kami memutuskan memindahkan ke GEDUNG KESENIAN / GEDUNG WANITA Jl. Setiabudi No. 163.  Berdekatan dengan SMAN 4 dan SMPN 4.

Dengan pertimbangan jarak masih agak dekat dengan lokasi pelaksanaan UP GRADING FLP JAWA TENGAH yang diselenggarakan di Hotel Kencana Kota Tegal.

So…meski tempatnya beda, namun tetap semangat ikut Talk Show kan…??

Upps…. Ntar ada Izzatul Jannah juga lho (Ketua FLP Pusat) 

Beliau hadir untuk mengisi UP GRADING FLP JAWA TENGAH sekaligus menjadi tamu di acara Talk Show “Tegal Cerdas, Tegal Menulis”

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Info Kegiatan FLP Tegal

TALKSHOW KEPENULISAN “TEGAL CERDAS, TEGAL MENULIS”

Brosur Talkshow Kepenulisan TEGAL CERDAS, TEGAL MENULIS

Talk Show ini mengangkat tema-tema yang sangat menarik dan dikupas tuntas oleh Pembicara-pembicara yang kompeten di bidangnya,yakni :

  1. Ga Nulis, Ga Gaul! oleh Afifah Afra (Ketua FLP Jateng, Penulis Novel “De Winst”)
  2. Yuk, Kita Angkat Budaya Tegalan!! oleh Bpk. Wijanarto (Budayawan Tegal) 
  3. Jadi Penulis Sekarang Juga!!! oleh Tedi Kartino,SP (Sukses Potensi Navigator)

So.. Catat Tanggal dan Tempat Pelaksanaannya ya….

Hari/tanggal      : Minggu, 8 Mei 2011

Waktu                     : 07.30 – 12.00 WIB.

Tempat                  : Pendopo “Ki Gede Sebayu” Balai Kota Tegal

Minat Ikut….??? 

Tiket:

Pelajar              Rp. 7.000

Mhs / Umum Rp. 10.000

Fasilitas  :

Snack/air mineral

 Booklet

 Blocknote/pulpen

CONTACT PERSON :

Sekretariat FLP: Yustia (085724162114)

UPS                        : Deski (087730007732) 

RBA Tegal           : Eka(085842198393)

MTsN Tegal        : Pak Ubaedi (085870153195)

SMAN 1 Tegal    : Ratih (085842313894)

Yuk Ikutan… Ajak Teman dan Saudara ….^_^


Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Info Kegiatan FLP Tegal

Numpang Lewat…

Dalam sebuah silaturahim via HP, sekretaris FLP Tegal meminta saya menulis lagi di forum ini. Padahal sudah lama sekali otak ini tidak dilatih untuk menulis prosa. Tangan sih masih terus berolah raga setiap hari dengan pulpen. Tapi bukan menulis novel ataupun cerpen. Yang ditulis hanyalah catatan-catatan seorang istri pada umumnya, yakni pengeluaran belanja sehari-hari. Agar suatu saat jika diperlukan, ada rincian dari sebuah bentuk pertanggungjawaban.
Padahal mengenai fasilitas, saat ini jauh lebih baik dibandingkan dahulu. Suami pun sangat mendukung hobi menulis dan ketak-ketik saya. Namun, apa mau dikata. Kesibukan menjadi “New Umi” belum bisa saya bagi. Hobi baru yang satu ini lebih memikat hati saya. Malu memang, sangat malu bahkan pada diri sendiri. Seperti judul kumpulan puisinya Taufik Ismail: Malu Aku Jadi Orang Indonesia.
Mudah-mudahan dengan menulis ini, banyak yang mendoakan saya agar bersemangat lagi untuk menulis. Amin.

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Uncategorized