BAKAR SATE #1 “KEDASYATAN DO’A”

BAHAS KARYA SAMBIL TELAAH #1 siap dimulai…..

Setelah pengumumam via sms agar seluruh anggota FLP Tegal membuat Kisah Nyata dengan tema “Kedasyatan Do’a”.

Dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Kisah nyata yang dialami oleh diri sendiri atau orang lain.
  2. Terdiri dari 5-8 halaman folio
  3. spasi 1,5 ; margin 4,4,3,3 ; TNR 12pt
  4. dikirim paling lambar 31 Juli 2011 ke flptegal@yahoo.co.id atau flptegal@yahoo.groups.com

Nah, berikutnya walaupun belum memasuki deadline, pengurus memutuskan untuk segera melaksanakan BAKAR SATE terlebih dahulu, sebagai sarana pembelajaran dan sumber ide bagi anggota yang belum mendapatkan ide apa yang akan ditulis.

BAKAR SATE kali ini Insyaallah akan diadakan pada :

Hari/tanggal : Ahad, 24 Juli 2011

Waktu               : 09.00 – 12.00 WIB

Tempat            : Jln. Kendari Gang 2 No.45, RT.4 / RW.III, Kel Tunon, Kec. Tegal Selatan, kota Tegal

Berikut denah lokasi :

Penjelasan denah :

Dari arah Slawi : Dari gerbang masuk kota Tegal, lurus terus. kurang lebih seratus meter. Nanti sebelah kiri jalan, ada makam,Jl. Nyi Ageng Serang,lurus terus lewat pasar (ada perempatan), lurus lagi, akan ada perempatan. Di sebelahnya ada kelurahan Tunon. Belok kanan. Kurang lebih 50 meter, ada gang masuk pertama. (patokan warnet) masuk, itu Jl. Kendari. cari gang nomor dua sebelah kanan jalan. Rumahnya rumah pertama dekat kebun pisang.

by: Yustia

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Info BAKAR SATE, Info Kegiatan FLP Tegal

Rilis TALK SHOW “TEGAL CERDAS, TEGAL MENULIS”

This slideshow requires JavaScript.

By: Puput Happy

Minggu pagi, tanggal 8 Mei 2011 di Gedung Kesenian Kota Tegal, di Jl. Setia Budi- Tegal telah diselenggarakan Talk Show Kepenulisan dengan tema “Tegal Cerdas, Tegal Menulis” oleh Forum Lingkar Pena Tegal. Satu acara yang benar-benar memukau menurut saya, karena acara tersebut sangat menggugah gairah orang-orang Tegal untuk giat menulis. Mencerahkan Tegal dengan menulis! Begitu kira-kira tujuan digelarnya acara tersebut. Apalagi di awal acara sempat dibuat yel-yel oleh salah satu anggota FLP dengan slogan: “Penulis Tegal, kereeennn….!!” ^_^

Ada tiga pembicara yang dihadirkan di sana, yaitu Afifah Afra, S. Si (Penulis Novel “De Winst”, Ketua FLP Jateng), Wijanarto (Budayawan Tegal), dan Tedi Kartino, S. P (Succes Potensi Navigator), sementara ada sekitar 200 peserta yang ikut meramaikan acara tersebut. Suasana talk show begitu hidup dan penuh dengan energi positif. Itu semua karena para pembicara yang begitu piawai membawakan acara dan didukung oleh panitia penyelenggara yang tertata rapi.

Generasi kita saat ini menurut Taufik Ismail: “Buta membaca, lumpuh menulis”, artinya generasi kita tidak bisa menulis karena enggan untuk membaca. Padahal menulis dan membaca ibarat saudara kembar, begitu kata Afifah Afra.

Ada banyak alasan mengapa seseorang menulis. Namun, kata Afifah, carilah alasan-alasan yang membuat Anda ingin menjadi penulis. Alasan-alasan tersebut harus kuat dan mendasar. Jika suatu saat Anda tengah badmood, mengalami stagnasi, depresi, atau perasaan-perasaan sejenis, Anda boleh pandangi kalimat-kalimat tersebut dan bayangkan betapa berbahagianya jika Anda bisa mewujudkan apa-apa yang Anda inginkan tersebut!

Menulis itu proses mengikat ilmu. Menulis itu bisa membuat kita lebih sistematis. Akan banyak manfaat dari tulisan-tulisan yang kita buat, bahkan cara mengenali emosi kita adalah lewat tulisan-tulisan kita. Menulis juga bisa bikin kita awet muda, karena menulis dapat mengurangi kerutan-kerutan pada kulit.

“FLP! FLP! FLP! Menulis! Menulis! Menulis! Bisa!!”

Kalimat pembuka yang diteriakkan oleh Bapak Wijanarto tersebut sangat menggelegar hingga seisi ruangan gemuruh ikut meneriakkannya. Beliau mensupport peserta untuk tidak malu-malu menulis tentang Tegal sebagai daerahnya sendiri, seperti Lanang Setiawan yang selalu membuat tulisan tentang Tegal. Kata Beliau, menulis itu seperti mesin fotocopy yang mengaktualisasikan pengalamannya melalui tulisan. Seorang penulis itu hidup karena pengalamannya dan dari hasil dia membaca. Beliau memotivasi kita dengan menjadikan Tegal sebagai sumber inspirasi. Aktualisasikan dengan menulis!  Sebab seorang penulis punya ikatan dengan fisiknya, dengan lingkungannya, dan dengan budayanya. Menulis itu tidak hanya berimajinasi, tapi tahu data konkrit.

Di akhir acara, Bapak Tedi Kartino membakar semangat menulis kepada seluruh peserta dengan ajakan “Jadi penulis sekarang juga!” Yuk, pembaca! Budayakan menulis sekarang juga! ^_^

***

http://futicha.blogspot.com/2011/05/talk-show-tegal-cerdas-tegal-menulis.html

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Rilis Talk Show

Pemindahan Lokasi Talk Show “Tegal Cerdas,Tegal Menulis”

Berhubung Gubernur Jawa Tengah melakukan kunjungan ke Kota Tega maka Pendopo “Ki Gede Sebayu” pun dipakai. Oleh karena itu Panitia Talk Show “Tegal Cerdas, Tegal Menulis” harus mencari lokasi lain. Setelah  didiskusikan dengan teman-teman panitia akhirnya kami memutuskan memindahkan ke GEDUNG KESENIAN / GEDUNG WANITA Jl. Setiabudi No. 163.  Berdekatan dengan SMAN 4 dan SMPN 4.

Dengan pertimbangan jarak masih agak dekat dengan lokasi pelaksanaan UP GRADING FLP JAWA TENGAH yang diselenggarakan di Hotel Kencana Kota Tegal.

So…meski tempatnya beda, namun tetap semangat ikut Talk Show kan…??

Upps…. Ntar ada Izzatul Jannah juga lho (Ketua FLP Pusat) 

Beliau hadir untuk mengisi UP GRADING FLP JAWA TENGAH sekaligus menjadi tamu di acara Talk Show “Tegal Cerdas, Tegal Menulis”

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Info Kegiatan FLP Tegal

TALKSHOW KEPENULISAN “TEGAL CERDAS, TEGAL MENULIS”

Brosur Talkshow Kepenulisan TEGAL CERDAS, TEGAL MENULIS

Talk Show ini mengangkat tema-tema yang sangat menarik dan dikupas tuntas oleh Pembicara-pembicara yang kompeten di bidangnya,yakni :

  1. Ga Nulis, Ga Gaul! oleh Afifah Afra (Ketua FLP Jateng, Penulis Novel “De Winst”)
  2. Yuk, Kita Angkat Budaya Tegalan!! oleh Bpk. Wijanarto (Budayawan Tegal) 
  3. Jadi Penulis Sekarang Juga!!! oleh Tedi Kartino,SP (Sukses Potensi Navigator)

So.. Catat Tanggal dan Tempat Pelaksanaannya ya….

Hari/tanggal      : Minggu, 8 Mei 2011

Waktu                     : 07.30 – 12.00 WIB.

Tempat                  : Pendopo “Ki Gede Sebayu” Balai Kota Tegal

Minat Ikut….??? 

Tiket:

Pelajar              Rp. 7.000

Mhs / Umum Rp. 10.000

Fasilitas  :

Snack/air mineral

 Booklet

 Blocknote/pulpen

CONTACT PERSON :

Sekretariat FLP: Yustia (085724162114)

UPS                        : Deski (087730007732) 

RBA Tegal           : Eka(085842198393)

MTsN Tegal        : Pak Ubaedi (085870153195)

SMAN 1 Tegal    : Ratih (085842313894)

Yuk Ikutan… Ajak Teman dan Saudara ….^_^


Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Info Kegiatan FLP Tegal

Numpang Lewat…

Dalam sebuah silaturahim via HP, sekretaris FLP Tegal meminta saya menulis lagi di forum ini. Padahal sudah lama sekali otak ini tidak dilatih untuk menulis prosa. Tangan sih masih terus berolah raga setiap hari dengan pulpen. Tapi bukan menulis novel ataupun cerpen. Yang ditulis hanyalah catatan-catatan seorang istri pada umumnya, yakni pengeluaran belanja sehari-hari. Agar suatu saat jika diperlukan, ada rincian dari sebuah bentuk pertanggungjawaban.
Padahal mengenai fasilitas, saat ini jauh lebih baik dibandingkan dahulu. Suami pun sangat mendukung hobi menulis dan ketak-ketik saya. Namun, apa mau dikata. Kesibukan menjadi “New Umi” belum bisa saya bagi. Hobi baru yang satu ini lebih memikat hati saya. Malu memang, sangat malu bahkan pada diri sendiri. Seperti judul kumpulan puisinya Taufik Ismail: Malu Aku Jadi Orang Indonesia.
Mudah-mudahan dengan menulis ini, banyak yang mendoakan saya agar bersemangat lagi untuk menulis. Amin.

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Uncategorized

Info Lomba Menulis Cerpen Remaja (3 Kategori)

* Berhadiah Total Rp 85 Juta + LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD

* Peserta Siswa SLTP (Kategori A), Siswa SLTA (Kategori B) dan Mahasiswa/Guru/Umum (Kategori C)

Syarat-syarat Lomba:

1. Lomba ini terbuka untuk pelajar tingkat SLTP (Kategori A), SLTA (Kategori B) dan Mahasiswa/Guru/Umum (Kategori C) dari seluruhIndonesia maupun yang studi/bekerja di luar negeri. Kecuali keluarga besar PT ROHTO Laboratories Indonesia dan Panitia/Dewan Juri LMCR 2010

2. Lomba dibuka 21 April 2010 dan ditutup 15 September 2010 (Stempel Pos)

3. Tema Cerita: Dunia remaja dan segala aspek kehidupannya (cinta, kebahagiaan, kepedihan, harapan, kegagalan, cita-cita, derita dan

kekecewaan)

4. Judul bebas tetapi harus mengacu tema Butir 3

5. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu judul

6. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia literer (indah, menarik, mengalir) dan komunikatif. Bahasa gaul dan bahasa daerah/asing boleh digunakan untuk segmen dialog para tokohnya – jika itu diperlukan dan sesuai dengan tema

7. Naskah yang dilombakan harus asli (bukan jiplakan) dan belum pernah dipublikasi

8. Ketentuan Khusus:

1. Naskah ditulis di kertas ukuran kuarto, ditik berjarak 1,5 spasi, font 12, huruf Times New Roman, margin justified 2 Cm, panjang naskah antara 6 – 10 halaman, dikirim ke panitia dalam bentuk printout 3 (tiga) rangkap/copy disertai file dalam bentuk CD.

2. b. Cantumkan sinopsis maksimal 1 (satu) halaman, mini-biodata pengarang, foto 4R, fotocopy KTP atau SIM/Paspor/Student Card

3. Setiap judul cerpen yang dilombakan wajib dilampiri kemasan LIP ICE (bagian kartonnya) atau segel SELSUN Shampo jenis apa saja

4. d. Naskah cerpen yang dilombakan beserta persyaratannya dimasukkan ke dalam satu amplop (boleh berisi beberapa judul), cantumkan tulisan PESERTA LMCR-2010 dan Kategori-nya di atas amplop kanan atas dan dikirim ke:

Panitia LMCR-2010 LIP ICE-SELSUN GOLDEN

AWARD – Jalan Gunung Pancar No.25

Bukit Golf Hijau, Sentul City Bogor 16810

5. Hasil lomba diumumkan tanggal 15 Oktober 2010 melalui www.rayakulturanet dan www.rohto.co.id

1. Keputusan Dewan Juri bersifat final dan mengikat

2. Hasil Lomba:

Masing-masing kategori: Pemenang I, II, II dan 5 (lima) Pemenang

Harapan Utama, 10 (sepuluh) Pemenang Harapan dan Pemenang Karya

Favorit untuk Kategori A: 20 Pemenang, Kategori B: 60 Pemenang dan

Kategori C: 100 Pemenang.

Hadiah Untuk Pemenang:

Kategori A (Pelajar SLTP)

* Pemenang I – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD

* Pemenang II – Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN

* Pemenang III – Uang Tunai Rp 2.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN

* 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang

Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN

* 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan

dari PT ROHTO + Piagam LIP ICE-SELSUN

* 20 (dua puluh) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat

Piagam LIP ICE-SELSUN

* Seluruh pemenang mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan

Cerpen Pemenang Utama LMCR-2010

* Sekolah Pemenang I, II dan II berhak mendapat 1 (satu) unit TV

Kategori B (Pelajar SLTA)

* Pemenang I – Uang Tunai Rp 5.000.000,- + LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD

* Pemenang II – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN

* Pemenang III – Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN

* 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang

Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN

* 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan

dari PT ROHTO + Piagam LIP ICE-SELSUN

* 60 (enam puluh) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat

Piagam LIP ICE-SELSUN

* Seluruh pemenang mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan

Cerpen Pemenang Utama LMCR-2010

* Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapat 1 (satu) unit TV

Kategori C (Mahasiswa/Guru/Umum)

* Pemenang I – Uang Tunai Rp 7.500.000,- + LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD

* Pemenang II – Uang Tunai Rp 6.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN

* Pemenang III – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN

* 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang

Tunai Rp 1.500.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN

* 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan

dari + Piagam LIP ICE-SELSUN

* 100 (seratus) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat

Piagam LIP ICE-SELSUN

* Seluruh pemenang mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan

Cerpen Pemenang Utama LMCR-2010

1. Naskah cerpen yang dilombakan jadi milik PT ROHTO, hak cipta

milik pengarangnya. Informasi lebih lanjut e-mail ke

rayakultura@gmail.com

Jakarta, 10 April 2010

Ketua Panitia LMCR-2010

Dra. Naning Pranoto, MA

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Uncategorized

Pengumuman Untuk Antologi

Assalamu’alaykum Warohmatulloh

Bagi teman-teman yang ingin mengirimkan cerpen untuk antologi maupun mengirimkan revisi cerpen yang sudah dibedah, maka diharapkan dapat mengirim dalam bentuk hardcopy dan softcopy. Hardcopy cerpen dikirim ke SAUNG GAUL di jalan Sumbodro Slerok (sebelah utara SMP Ihsaniyah Tegal), sedangkan softcopy dapat dicopy dimilis dalam bentuk attachment. Pengiriman paling lambat sampai tanggal 30 Maret 2010, karena selanjutnya kita akan masuk pada tahap penyeleksian dan editing.

Buruan kirim ya !!!

terimakasih

Wassalamu’alaikum Warohmatulloh

Salam,
Pengurus ^_^

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Uncategorized

Kabar Plat Pulpen Edisi II

by Puspa & Sutono

Alhamdulillahirabbil ‘alamin

Pada hari Ahad, 31 Januari 2010 tepatnya Pukul 08.00 sampai dengan pukul 13.00 WIB di SDIT Lukmanul Hakim Jalan Gajahmada No.70, Kalisapu, Slawi telah berlangsung Plat Pulpen Edisi II dengan Tema “Bikin Cerpen Itu Gampang”. Aries Adenata, Ketua FLP Solo dan salah satu penulis dalam Kumcer KATA ORANG AKU MIRIP NABI YUSUF ini berkesempatan hadir sebagai pembicara. Beliau memenuhi janjinya untuk berbagi ilmu kepenulisan kepada anggota FLP Tegal.

Pada awalnya, terasa begitu aneh memang, FLP Tegal yang baru muncul ke permukaan sebegitu beraninya menghadirkan tokoh FLP Jateng dari Kota Besar yang cukup jauh ditempuh. Dengan persiapan yang hanya setengah matang dan pertimbangan linier (tanpa memperhitungkan resiko yang akan timbul), cukup bermodalkan semangat (maksudnya lebih pada kenekatan ^_^) dan sedikit rayuan gombal (kata lainnya memaksa :p), akhirnya Aries Adenata bersedia juga mengunjungi Tegal setelah koordinasi dan smsan  sekian lama.

Kejadian juga ternyata bahwa Aries Adenata melihat kekurangan FLP Tegal tampak dimana-mana, baik dalam pelaksanaan event atau pengelolaan/ manajemenisasi FLP Tegal. Mulai dari perjalanan dinasnya pembicara yang hampir saja terlantarkan di Semarang, penginapan yang ala kadarnya, anggaran yang mepet sampai pelaksanaan acara yang diluar dugaan (karena peserta lebih sedikit dari yang diperkirakan). Baiklah, mau tidak mau FLP Tegal (khususon pengurusnya kali ya) harus bermuka tebal menghadapi sindiran halus di sana-sini. Bukan Aries adenata  jika membiarkan keamburadulan terjadi. Maka, Plat Pulpen II telah membukakan mata kita bahwa masih banyak memang yang harus diambil sebagai pelajaran dan reformasi harus terus menerus dilakukan ke arah yang lebih baik. Terimakasih saran dan masukannya Pak Aries.

Kembali ke jalan yang benar……
ada 2 cara yang bisa ditempuh menurut pemateri agar penulis pemula bisa menembus media massa. Yang pertama kenali media yang akan kita kirimi tulisan kita. Yang kedua, kenali para redaksinya dengan cara bersilahturahmi dan menjalin komunikasi serta jangan bosan untuk terus menerus mengirim tulisan kita.

Latihan menulis setting dan karakter juga sempat dilakukan walaupun berlangsung singkat. Yah, sebagai pendalaman bahwa menjadi penulis handal memang tidak hanya sekedar bakat, tetapi latihan dan kerja keras itu yang nomor satu.

Selain memberi pelatihan singkat tentang menulis setting dan karakter, penulis yang juga Redaktur majalah GIZONE ini mengingatkan kalau bukan FLP yang mencetak penulis. Tapi Kerja keras dan kemauan yang menyebabkan nama-nama seperti Sinta Yudisia, Afifah Afra, Tasaro, Kang Abik muncul kepermukaan dan dikenal banyak orang.

Akhirnya, acara ditutup oleh sebuah rapat evaluasi. Semua saran dan masukan dari Pak Aries di awal acara telah ditampung, ditambah dengar pendapat para anggota FLP. Hasilnya terangkum dalam beberapa point antara lain:

1. Terbentuknya kelompok-kelompok kecil (berdasarkan wilayah domisili) sejumlah 4-7 orang. Masing-masing anggota kelompok mengumpulkan cerpen yang kemudian dibahas satu sama lain hingga ditentukan 3 cerpen terbaik dalam satu kelompok.

2. FLP Tegal telah memiliki milis,

diharapkan para anggota join di http://groups.yahoo.com/group/flptegal/

dan bisa mengirimkan karya melalui email : flptegal@yahoogroups.com

Dengan demikian karya-karya yang dibahas dimasing-masing kelompok dapat juga dibaca di milis oleh anggota kelompok lain.

3. Untuk tahap awal, telah disepakati bahwa karya berupa cerpen dengan tema sosial kemasyarakatan. Target pembaca adalah remaja. Ditulis sekitar 4-6 halaman. Ditulis dengan font times new roman 12. Spasi 1,5 dan margin 3,3,4,4.

4. Tiga cerpen terbaik dari masing-masing kelompok akan dibahas bersama dengan istilah Bakar Sate ( bahas karya dan telaah) pada pertemuan FLP Tegal berikutnya tanggal 14 Februari 2010 (kepastian acara akan diinformasikan lebih lanjut).

5. Hasil bakar sate akan dikumpulkan sebagai cerpen-cerpen terbaik dan dimasukkan dalam antologi FLP Tegal (dibukukan).

6. Anggota-anggota yang cerpennya berhasil launch dalam antologi, akan dilatih untuk menjadi tim trainer FLP Tegal.

7. Tim trainer FLP Tegal akan mempromosikan karyanya (antologi) melalui pelatihan-pelatihan kepenulisan di sekolah-sekolah. Hasilnya akan menjadi pasif income bagi anggaran FLP Tegal.

Demikian, sekelumit rencana yang tidak akan menjadi apa-apa tanpa kerjasama dan semangat anggota FLP Tegal seluruhnya.

Finally, semoga dengan perencanaan yang matang, semangat yang menggebu, kerja keras dan tentunya  doa yang tak henti-henti dipanjatkan, FLP Tegal dapat terus melangkah maju mewujudkan realisasi mimpi yang nyata. Mampu mensejajarkan diri dengan FLP-FLP daerah lain dan melahirkan penulis-penulis besar yang mendunia.

2 Komentar

Filed under Uncategorized

Pelatihan Kepenulisan (Plat Pulpen) Edisi 2

PLAT PULPEN Edisi kedua siap dimulai….

Dengan mengusung tema “Bikin Cerpen Itu Gampang” !

Kapan ya…? Ni…dia… :

Ahad,31 Januari 2010

08.00 – 12.00 WIB

SDIT Lukmanul Hakim (Jl. Gajahmada No.70, Kalisapu, Slawi)

Pembicara : Aries Adenata (FLP Surakarta)

Yup! Kita bahas cerpen karya masing2 bersama teman-teman anggota FLP dan pembicara.

Oya,infaq acara cukup Rp. 5.000,-

Kalo mau ngopi modul Plat Pulpen dari edisi 1 sampai 6 juga boleh.

Berikut denahnya…

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Info Kegiatan FLP Tegal, Info PLAT PULPEN

Jika Mau Syurga, Mintalah Firdaus!

“Silahkan tulis nama dan alamat lengkap kalian!” Para peserta kelas menulis menyelesaikan perintah itu dengan begitu mudahnya. Sehingga perintah pun berlanjut. “Baik. Kalau sudah, sekarang tulis lagi nama dan alamat lengkap yang sama, tapi dengan tangan kiri!” Peserta saling tatap, tersenyum, lucu tapi mereka mencoba meski dengan susah payah. Hasilnya, tulisan yang ditulis dengan tangan kiri ternyata jauh lebih baik dari tulisan anak SD. Peserta pun gregetan!

Sebuah kebiasaan akan begitu mudah dilaksanakan, begitulah setidaknya simulasi itu mengajarkan. Dengan kata lain, menulis pun perlu pembiasaan yang berulang-ulang. Sebuah kebiasaan sejatinya berawal dari lintasan pikiran. Lintasan pikiran itu akan menjadi gagasan. Gagasan akan menjadi keyakinan. Keyakinan akan berubah pada kemauan. Ketika sudah mau, maka akan timbul tindakan, yang kemudian beralih sebagai kebiasaan, dan berujung pada karakter.

Simulasi di atas adalah gambaran awal pelatihan motivasi menulis yang diselenggarakan FLP (Forum Lingkar Pena) Tegal. Belum lama ini FLP Tegal menghadirkan Rahman Hanifan, penulis buku-buku motivator sebagai pembicara. Inti dari kegiatan itu adalah membumikan semangat menulis sehingga kelak para peserta akan mampu menghasilkan karya-karya berbobot dan mencerahkan!

Penulis buku Unlimited Learning ini memaparkan dengan sangat apik bahwa perubahan besar diawali dengan tulisan. Ia menggambarkan bahwa orang-orang sukses itu terdorong oleh daya dukung untuk berprestasi dan juga mimpi, serta semangat belajar dan semangat membaca yang begitu tinggi.

Tergambarkan sosok Joni Ariadinata, seorang tukang becak, bisa menjadi sastrawan yang diperhitungkan di kancah Asia Tenggara lewat karya-karyanya. Tergambarkan pula bagaimana sosok Jamal D Rahman, seorang sastrawan harus berjalan sejauh 5 kilometer dari sebuah desa terpencil di Madura ke pusat kota, hanya untuk membaca berita setiap harinya di sebuah koran yang terpasang di tempat umum. Saya teringat pula bagaimana Helvy Tiana Rosa ketika masih kecil kerap meengintip, memperhatikan kakeknya yang berlama-lama di ruang pepustakaan plus merangkap ruang kerja yang penuh dengan buku-buku. Sampai suatu ketika, kakeknya berkata. “Ini orang yang suka membongkar buku dan melihat saya menulis,” kata kakeknya saat memergoki sambil memangku Helvy. Dan masih banyak gambaran-gambaran lain bagaimana proses menjadi orang-orang hebat dalam dunia literat.

Tentang mimpi, (bagi yang sudah membaca Sang Pemimpi) tentu ingat kata-kata Arai, yang merupakan salah satu tokoh Laskar Pelangi karya Andrea Hirata “Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu.” Ini setidaknya membuktikan bahwa berani bermimpi menyimpan energi yang dahsyat yang akan menghasilkan sesuatu yang tidak terduga dan tidak biasa.

Ya berani bermimpi. Citakan hal-hal terbesar. Ibarat mau minta syurga, mintalah firdaus. Jika kamu bermimpi menjadi penulis, bermimpilah jadi penulis yang akan berpegaruh terhadap perubahan dunia. Yakinilah kalau mimpi itu benar-benar ada. Nyatakan kalau mimpi itu sudah terwujud. Berpikirlah positif dan yakini bahwa mimpi itu benar-benar ada. Selesai itu, act! Menulislah! Lakukan yang terbaik. Tulislah yang terbaik. Jika ada yang terbaik, maka yang baik itu berarti belum cukup. Dan yang terakhir, yang tak kalah penting, adalah memperbaiki ruhiyah diri agar bisa mempengaruhi orang lain lewat tulisan.

Kelas menulis perdana itu dihadiri oleh sekitar 40 peserta. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Mulai pelajar, mahasiswa, guru, ibu rumah tangga, pedagang koran, bahkan sampai mantan wartawan. Meski berlatar berbeda, mereka memiliki tekad sama, yakni sama-sama ingin belajar menulis, sama-sama ingin menjadi penulis, lewat suatu wadah bernama Forum Lingkar Pena.

Lewat FLP, semua genre tulisan dikaji, baik dari fiksi maupun non fiksi, dari bacaan untuk anak-anak, remaja, bahkan sampai dewasa. Mulai dari cerpen, novel, cerita anak, dongeng, bahkan komik untuk genre fiksi. Sementara dari non fiksi bisa belajar menulis artikel, feature, esai, opini, resensi buku, sampai karya jurnalistik. Semua tak lain dilakukan karena FLP meyakini bahwa lewat bacaan, sebuah karakter positif masyarakat akan terbentuk, sehingga belajar menciptakan karya-karya yang mencerahkan menjadi tujuan utama.

Dalam konteks yang lebih luas bisa dibilang, kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh tingkat budaya baca anggota masyarakatnya. Tidak bisa tidak, membaca menjadi salah satu ketrampilan dasar yang harus dikuasai manusia modern bila ingin sukses dalam kompetensi yang semakin keras di masa mendatang. Jika membaca bisa mengantar orang sukses, tentu yang paling berperan besar terhadap kesuksesan adalah para penulis yang menciptakan bacaan-bacaan tersebut. Berbagai jenis bacaan, apapun bentuknya, akan mengasah potensi kecerdasan-kecerdasan yang dimiliki setiap orang yang membacanya. Ada banyak kecerdasan dalam setiap orang seperti yang dipaparkan oleh Howard Gardner dalam Multiple Inteligence. Ia menyebutkan diantaranya kecerdasan bahasa, logika/matematika, visual, musikal, kinetik, pengenalan diri, pengenalan dalam hubungan dengan orang lain, kecerdasan spiritual, dan sebagainya. Tokoh-tokoh dalam cerita pendek atau novel misalnya akan membuat kita mengenal diri sendiri, juga orang lain. Alur (jalan cerita) akan melatih logika, sementara ilustrasi dalam buku akan mengembangkan pengamatan, dan kecerdasan visual. Belum unsur-unsur lain seperti moral cerita, dan pesan yang disampaikan yang akan mengajarkan budi pekerti.

Dan, untuk penulis pemula, menanamkan motivasi menjadi sangat penting untuk dilekatkan dalam memori mereka. Penting karena sejatinya menulis merupakan aktivitas mulia, penting karena menulis juga bisa dijadikan sebagai lahan amal jika karya-karya yang nantinya akan dihasilkan memiliki bobot yang mencerahkan, dan penting karena menulis sejatinya adalah perlu. Penting karena sebuah tulisan bisa menjadi guru yang layak ditiru. Lewat membaca akan membuat kita kaya wawasan dan juga gagasan.

Dan, alangkah lebih baik jika hasil bacaan yang kita serap, kita tuangkan lewat tulisan, dan bukan, bukan sekedar lewat lisan. Perlu sekali kita tahu, bahwa yang tertulis itu akan mengabadi, dan yang terucap bersama angin. Ucapan akan cepat hilang, sedangkan tulisan abadi terkenang. Jasad boleh jadi telah terkubur dalam tanah, namun pemikiran dan gagasan tak akan hilang dalam tulisan.

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Uncategorized